Usia 6-7 Bulan
Buah
Buah segar menjadi pilihan pertama untuk menu MP-ASI. Berbeda dari nasi dan makanan pokok lainnya, buah segar mengandung karbohidrat (zat tenaga) yang mudah dicerna yaitu gula buah. Kemudahan gula buah dicerna bayi mendekati ASI karena secara alami dilengkapi enzim pencerna. Oleh karena itu, buah digolongkan dalam
predigested food atau
semidigested food, yaitu makanan yang sudah separuh tercerna. Buah merupakan sumber vitamin C, salah satu jenis vitamin yang penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh bayi. Betakaroten (provitamin A) juga banyak tersimpan dalam buah, terutama buah berwarna merah atau jingga. Vitamin C dan betakaroten termasuk antioksidan kuat yang mempercepat pemulihan gangguan kesehatan pada bayi. Asam lemak omega-3 dalam advocad baik untuk perkembangan otak bayi dan kecerdasannya. Dalam hal ini buah berfungsi sebagai zat pengatur. Disarankan mengkonsumsi buah ketika lambung dalam keadaan kosong agar penyerapan nutrisi optimal, yaitu setelah bangun tidur minimal 30 menit sebelum makan utama atau di antara waktu makan utama.
Pada tahap awal pemberian MP-ASI, dikenalkan jus buah hingga bertahap kekentalannya berupa puree buah; berbeda dengan panduan WHO yang menganjurkan tekstur semi kental sejak awal pemberian mp-asi. Biasanya bayi perlu menyesuaikan diri selama 4-5 hari terhadap jenis makanan yang baru diberikan. Namun dalam milis Gizi Bayi Balita, Pak Wied pun menjelaskan bahwa pengamatan 4-5 hari itu pengamatan maksimal untuk pemberian dan pengenalan 1 jenis makanan baru. Sebenarnya pengenalan cukup dilakukan 2-3 hari untuk setiap 1 jenis makanan baru. Selain untuk menghindari rasa bosan, pengamatan ada tidaknya reaksi alergi (ruam kulit, muntah, diare) terhadap bahan makanan tertentu pada umumnya muncul dalam 24 jam. Walaupun demikian, patokan ini tidak mutlak karena keterampilan makan setiap bayi tidak sama. Berikan buah-buah yang manis dengan tingkat kematangan optimal.
Buah yang dapat diberikan : aneka jeruk manis, apel, pir, semangka merah & kuning, melon hijau & jingga, mangga arumanis/manalagi, jambu biji merah, pepaya, pisang kepok/raja/ambon, belimbing manis, blewah, kesemek.
Untuk awal mp-asi usia 6-7 bulan, pemberian apel dan pir
boleh --- bukan berarti harus --- dikukus terlebih dahulu untuk memudahkan penyerapan kandungan gizinya terutama senyawa gula dan serat buahnya. Setelah usia 7 bulan, apel dan pir dapat diberikan dalam keadaan segar tanpa dikukus terlebih dahulu.
Sumber Karbohidrat Kompleks dan Sayuran
Setelah buah-buahan segar, secara bertahap bayi dapat dikenalkan dengan dengan bahan makanan lain, yaitu pati sebagai makanan pokok yang memenuhi fungsi zat tenaga serta serat dari aneka sayuran yang memenuhi fungsi zat pengatur. Jika buah mengandung karbohidrat sederhana yang mudah dicerna,beras dan makanan pokok lainnya mengandung karbohidrat kompleks yang proses pencernaaannya lebih rumit. Sayuran juga mengandung serat, salah satu jenis karbohidrat yang tidak tercerna. Selain menjadi sumber serat, sayuran merupakan pemasok beragam mineral dan vitamin. Sayuran berlimpah zat besi, kalsium dan betakaroten yang merupakan zat-zat gizi yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Manfaat utama serat adalah membantu membuang kotoran kaya zat-zat sampah yang bisa membahayakan kesehatan. Asupan sayuran juga menyumbang kecukupan serat yang penting untuk pertumbuhan bakteri-bakteri baik dalam usus bayi. Walaupun serat sayuran penting untuk bayi, sebaiknya sayuran dipilih yang tidak mengandung serat berlebihan. Sayuran diberikan pada bayi setelah dikukus.
Sama seperti makanan pokok, proses pencernaan sumber protein hewani terutama daging sapi dan daging ayam cukup rumit.Pada tahap awal pengenalan nasi dan sayuran, sebaiknya tidak ditambah protein hewani karena pencampuran pati dan protein hewani dapat memberatkan organ pencernaannya.
Sumber karbohidrat yang dapat diberikan berasal dari umbi-umbian dan padi-padian : beras putih, beras merah, beras coklat, beras hitam, kentang, ubi kuning/jingga/ungu, singkong kuning, karbohidrat lainnya seperti sukun.
Sayuran yang dapat diberikan :
- usia 6-7 bulan berupa sayuran umbi berupa wortel, sayuran buah : timun, labu kuning/labu parang, labu kuning jepang/kaboca, labu siam, labu air, jagung manis, tomat merah (dibuang bijinya).
- Memasuki usia 7-8 bulan sayuran yang dapat ditambahkan untuk diberikan adalah sayuran daun berupa bayam, brokoli, kembang kol, daun katuk muda, daun melinjo muda, pucuk daun labu; serta sayuran tunas berupa toge dan dan jamur segar (jamur merang dan jamur kancing). Sayuran berdaun hijau merupakan sumber karbohidrat sehat dan berkalori rendah yang kaya kandungan vitamin C, vitamin K, kalsium, kalium, magnesium dan asam folat.
Sumber Protein Nabati
Jika pada tahap ini Anda menginginkan tambahan protein dalam makanan bayi, Anda bisa menambahkan sumber protein mudah cerna, yaitu polong-polongan (kacang hijau, kacang polong, kacang merah, kacang tolo, kapri, buncis muda) dan hasil olahan kedelai (tempe dan tahu). Protein tempe telah diuraikan oleh kapang (jamur) tempe menjadi asam amino sederhana yang lebih mudah dicerna dan diserap tubuh bayi. Kelebihan lain tempe mengandung zat antidiare. Pilih tahu putih tanpa pewarna, tanpa bahan pengenyal dan masih baru (bayi sangat sensitif terhadap kerusakan tahu yang mengakibatkan diare).
Frekuensi Pemberian MP-ASI
Usia 6-7 bulan
Pada usia 6-7 bulan ASI sesuka bayi, pemberian awal mp-asi 1-2 sdm dewasa bertahap mencapai 3 sdm dewasa berupa jus/puree buah 1 kali dan bubur lembut karbo/sayuran tunggal 1 kali.
Untuk minggu pertama dapat diberikan jus 1x buah dengan tekstur encer, bertahap masuk minggu kedua diberikan 1 kali jus buah dan 1 kali puree buah dengan tekstur semi kental (lebih pekat daripada jus buah), kemudian masuk minggu ketiga diberikan 1 kali puree buah dan 1 kali bubur lembut karbo tunggal/sayuran tunggal.
Usia 7-8 bulan
Pada usia 7-8 bulan berikan ASI sesuka bayi , puree buah 1 kali, bubur lembut karbo-sayuran atau karbo-protein nabati sebanyak 2 kali.
Usia 8 Bulan ke atas
Menginjak usia 8 bulan, organ pencernaan bayi sudah bisa dilatih mencerna makanan yang proses pencernaannya rumit, yaitu protein hewani sebagai zat pembentuk : daging ikan segar baik ikan tawar maupun ikan laut, daging ayam, daging sapi, kuning telur, yoghurt plain, keju. Sumber lemak tambahan sebagai penunjang dapat dikenalkan pada usia 8 bulan ke atas berupa minyak, mentega ataupun santan segar. Telur utuh dapat diberikan pada usia 9 bulan ke atas. Bentuk bubur yang diberikan berupa bubur saring yang lebih bertekstur daripada bubur lembut. Pada usia 9 bulan ke atas memasuki masa peralihan sebelum ke menu makanan keluarga (
table food) mulai dikenalkan makanan semi padat/tim padat dengan tekstur cincangan halus.
Frekuensi Pemberian MP-ASI
- Pada usia 8-9 bulan ASI sesuka bayi, puree buah sebanyak 1 kali, bubur lembut karbo-sayur/karbo-protein nabati sebanyak 1 kali, bubur saring karbo-sayur-protein hewani-nabati sebanyak 2 kali
- Pada usia 9-10 bulan ASI sesuka bayi, puree buah sebanyak 1 kali, bubur saring karbo-sayur-protein hewani-nabati sebanyak 1 kali, makanan tim karbo-sayur-protein hewani-nabati sebanyak 2 kali
- Pada usia 10-12 bulan ASI sesuka bayi, puree buah 1 kali, makanan tim karbo-sayur-protein hewani-nabati sebanyak 3 kali, makanan selingan 1-2 kali
Referensi :
Apriadji, Wied Harry. 2006. Variasi Makanan Sehat Bayi. Jakarta : Puspa Swara
Apriadji, Wied Harry. 2012. Buku Super Lengkap : Makanan Bayi Sehat Alami. Jakarta : Pustaka Bunda.
Pratiwi, I Gusti Ayu Nyoman. 2011. Anak Sehat : 100 Solusi dr. Tiwi – Panduan Lengkap Kesehatan Bayi 0-24 Bulan. Jakarta : Penerbit Erlangga